Hello guys!
Pada blog sebelumnya sudah
dibahas mengenai materi apa saja sih yang keluar dalam tes IMKA. Biar makin
afdhol author juga akan membahas nih mengenai materi apa saja yang sering
keluar dalam tes TOEFL. Jangan lupa di simak sampai akhir ya agar teman-teman
bisa memahami dan siap dalam mengerjakan tes TOEFL nantinya.
Kata TOEFL pasti sudah sering
kita dengar dikehidupan perkuliahan. Agar tidak lupa apa itu TOEFL aku mau
menjelaskan sedikit mengenai tes tersebut. Jadi, TOEFL yaitu Test of English as
a Foreign Language yang artinya tes proficiency yang digunakan untuk melihat
tingkat kemampuan bahasa inggris seseorang tanpa dikaitkan secara langsung
dengan proses belajar mengajar. TOEFL merupakan tes terstandarisasi yang
berlaku untuk melamar pekerjaan dan beasiswa jika tempat atau instansi yang
kita tuju menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa yang resmi digunakan.
Materi tes TOEFL Grammar
merupakan salah satu yang akan kamu temui dalam bagian Structure dan Written
Expression.Ada tiga bagian tes TOEFL yang biasanya menguji tata bahasa atau
grammar. Nah, banyak banget nih yang merasa kesulitan pada bagian ini. That’s
why kamu harus tahu materi grammar TOEFL supaya bisa lebih siap lagi dalam
mengerjakan bagian ini. Sayang banget, kan kalau nilai kamu kurang hanya karena
nggak faham betul materi grammar TOEFL yang akan kamu hadapi.
Tenang dulu, kali ini author akan
bocorkan materi grammar TOEFL yang sering diujikan lohh, simak baik-baik ya!
1. Main Verb
Seluruh kalimat
Bahasa Inggris pasti punya kata kerja utama, atau main verb dan subjek. Jika
kalimat tidak memiliki main verb, maka hanya terdapat satu frasa.
Contoh main verb
adalah berikut:
Singapore
has an indicator of high rate of productivity. (Singapura memiliki
indikator produktivitas tinggi)
Dari contoh
materi grammar tersebut, maka terdapat contoh main verb yaitu “Has” yang
artinya adalah memiliki. Jika tidak ada kata tersebut, maka susunan kalimat
jadi kurang tepat.
2. Infinitive
Infinitive merupakan
kata kerja atau Verb, jika diikuti verb lain akan membutuhkan infinitive karena
merupakan pelengkap. Beberapa contoh kata kerja infinitive adalah want, allow,
propose.
Contohnya: I
want to tell you, that I will leave this place tomorrow (Saya ingin memberitahu
Anda, bahwa saya akan meninggalkan tempat ini besok)
Dari contoh
tersebut, kamu bisa memahami bahwa struktur verbnya adalah: Verb + To + V1
3. Gerund
Kata-kata kerja
atau verb yang diikuti oleh verb lain, maka harus memiliki bentuk V-ing. Contohnya
adalah: Finish, Fancy, Resist, Enjoy, Prevent, Avoid, dan lainnya.
Kamu dapat
memperhatikan contoh berikut untuk mempelajari materi tes TOEFL tentang gerund
berikut: We have finished doing the project for today. (Kami telah
selesai mengerjakan proyek untuk hari ini)
Struktur dari
kalimat verb di atas adalah Verb + Verb-ing
4. Past Custom
Past Custom
Merupakan kebiasaan yang pernah kamu lakukan di masa lalu, namun kebiasaan
tersebut sudah tidak terjadi. Soal tersebut ditandai dengan penggunaan “Used
To.”
Perhatikan
contoh kalimat berikut: We used to eat junkfood before we lived here.
(Kita dulu mengonsumsi makanan junkfood sebelum tinggal disini.)
Seperti yang
kamu lihat dalam contoh tersebut, struktur kalimatnya selalu menggunakan
Subjek, disusul dengan kata “Used to” dan verb word.
5. Conditional
Kalimat
conditional adalah kalimat pengandaian, fungsinya untuk menyatakan sesuatu yang
dapat terjadi atau bahkan tidak sesuai harapan. Terdapat Conditional sentence
type 1 sampai type 3 yang tergantung dari kondisi dan fungsi kalimatnya.
Conditional type
1 untuk menggambarkan suatu kejadian atau situasi yang mungkin terjadi di masa
depan, contohnya:
“If she’s
okay, she will join us this morning”
Rumus untuk
Conditional type 1 adalah: If + Simple Present Tense (Condition), + Simple
Future Tense (Result)
Pada conditional
type 2, tatanannya menggambarkan suatu keadaan yang tidak realistis atau
kemungkinan kecil ditandai dengan past tense menggunakan kata “were”.
Contohnya:
“If I were
her, I wouldn’t join the party”
Rumus untuk
Conditional Type 2 adalah: If + Past Tense (Condition), Would + Infinitive
(Result)
Terakhir, untuk
conditional type 3 menggambarkan situasi atau kejadian yang sudah terjadi untuk
membayangkan kejadian di masa lalu. Contohnya:
“She would
have stayed if he had been honest to her.”
Rumus untuk
Conditional Type 3 adalah: If + Past Perfect (Condition), Would have + V3
(Result)
Sekarang, kamu sudah tahu apa
saja contoh soal grammar yang sering muncul pada tes TOEFL. Dengan mempelajari
materi tersebut, maka kamu punya peluang untuk meningkatkan skor pada bagian
structure and written expression.