Minggu, 20 November 2022

Ternyata ini Materi yang Sering Keluar dalam Tes TOEFL!

Hello guys!

Pada blog sebelumnya sudah dibahas mengenai materi apa saja sih yang keluar dalam tes IMKA. Biar makin afdhol author juga akan membahas nih mengenai materi apa saja yang sering keluar dalam tes TOEFL. Jangan lupa di simak sampai akhir ya agar teman-teman bisa memahami dan siap dalam mengerjakan tes TOEFL nantinya.

Kata TOEFL pasti sudah sering kita dengar dikehidupan perkuliahan. Agar tidak lupa apa itu TOEFL aku mau menjelaskan sedikit mengenai tes tersebut. Jadi, TOEFL yaitu Test of English as a Foreign Language yang artinya tes proficiency yang digunakan untuk melihat tingkat kemampuan bahasa inggris seseorang tanpa dikaitkan secara langsung dengan proses belajar mengajar. TOEFL merupakan tes terstandarisasi yang berlaku untuk melamar pekerjaan dan beasiswa jika tempat atau instansi yang kita tuju menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa yang resmi digunakan.

Materi tes TOEFL Grammar merupakan salah satu yang akan kamu temui dalam bagian Structure dan Written Expression.Ada tiga bagian tes TOEFL yang biasanya menguji tata bahasa atau grammar. Nah, banyak banget nih yang merasa kesulitan pada bagian ini. That’s why kamu harus tahu materi grammar TOEFL supaya bisa lebih siap lagi dalam mengerjakan bagian ini. Sayang banget, kan kalau nilai kamu kurang hanya karena nggak faham betul materi grammar TOEFL yang akan kamu hadapi.

Tenang dulu, kali ini author akan bocorkan materi grammar TOEFL yang sering diujikan lohh, simak baik-baik ya!

1.       Main Verb

Seluruh kalimat Bahasa Inggris pasti punya kata kerja utama, atau main verb dan subjek. Jika kalimat tidak memiliki main verb, maka hanya terdapat satu frasa.

 

Contoh main verb adalah berikut:

Singapore has an indicator of high rate of productivity. (Singapura memiliki indikator produktivitas tinggi)

Dari contoh materi grammar tersebut, maka terdapat contoh main verb yaitu “Has” yang artinya adalah memiliki. Jika tidak ada kata tersebut, maka susunan kalimat jadi kurang tepat.

2.       Infinitive

Infinitive merupakan kata kerja atau Verb, jika diikuti verb lain akan membutuhkan infinitive karena merupakan pelengkap. Beberapa contoh kata kerja infinitive adalah want, allow, propose.

 

Contohnya: I want to tell you, that I will leave this place tomorrow (Saya ingin memberitahu Anda, bahwa saya akan meninggalkan tempat ini besok)

Dari contoh tersebut, kamu bisa memahami bahwa struktur verbnya adalah: Verb + To + V1

3.       Gerund

Kata-kata kerja atau verb yang diikuti oleh verb lain, maka harus memiliki bentuk V-ing. Contohnya adalah: Finish, Fancy, Resist, Enjoy, Prevent, Avoid, dan lainnya.

 

Kamu dapat memperhatikan contoh berikut untuk mempelajari materi tes TOEFL tentang gerund berikut: We have finished doing the project for today. (Kami telah selesai mengerjakan proyek untuk hari ini)

Struktur dari kalimat verb di atas adalah Verb + Verb-ing

4.       Past Custom

Past Custom Merupakan kebiasaan yang pernah kamu lakukan di masa lalu, namun kebiasaan tersebut sudah tidak terjadi. Soal tersebut ditandai dengan penggunaan “Used To.”

 

Perhatikan contoh kalimat berikut: We used to eat junkfood before we lived here. (Kita dulu mengonsumsi makanan junkfood sebelum tinggal disini.)

Seperti yang kamu lihat dalam contoh tersebut, struktur kalimatnya selalu menggunakan Subjek, disusul dengan kata “Used to” dan verb word.

5.       Conditional

Kalimat conditional adalah kalimat pengandaian, fungsinya untuk menyatakan sesuatu yang dapat terjadi atau bahkan tidak sesuai harapan. Terdapat Conditional sentence type 1 sampai type 3 yang tergantung dari kondisi dan fungsi kalimatnya.

 

Conditional type 1 untuk menggambarkan suatu kejadian atau situasi yang mungkin terjadi di masa depan, contohnya:

“If she’s okay, she will join us this morning”

Rumus untuk Conditional type 1 adalah: If + Simple Present Tense (Condition), + Simple Future Tense (Result)

 

Pada conditional type 2, tatanannya menggambarkan suatu keadaan yang tidak realistis atau kemungkinan kecil ditandai dengan past tense menggunakan kata “were”. Contohnya:

“If I were her, I wouldn’t join the party”

Rumus untuk Conditional Type 2 adalah: If + Past Tense (Condition), Would + Infinitive (Result)

 

Terakhir, untuk conditional type 3 menggambarkan situasi atau kejadian yang sudah terjadi untuk membayangkan kejadian di masa lalu. Contohnya:

“She would have stayed if he had been honest to her.”

Rumus untuk Conditional Type 3 adalah: If + Past Perfect (Condition), Would have + V3 (Result)

Sekarang, kamu sudah tahu apa saja contoh soal grammar yang sering muncul pada tes TOEFL. Dengan mempelajari materi tersebut, maka kamu punya peluang untuk meningkatkan skor pada bagian structure and written expression.