Kalimat sempurna dalam Bahasa Arab disebut "jumlah mufidah". Susunan kalimatnya dibedakan menjadi 2, yaitu jumlah filiyah dan ismiyah. Apa aja bedanya. Bisa dilihat di rumus berikut :
1. Jumlah filiyah
Kalimat yang tersusun atas fiil (kata kerja) dan fail (pelaku) serta maf’ul bih
Rumus :
إسم + إسم
2. Jumlah ismiyah
Kalimat yang tersusun atas isim dan isim (kata benda).
Rumus :
فعل + فاعل
Keterangan :
Isim = kata benda
Fiil =
kata kerja / verb
Fail =
pelaku / subjek
*biasanya,
isim + isim yang terletak di jumlah ismiyah di kenal dengan mubtada’ dan
khobar.
Contoh
kalimat :
1. Jumlah filiyah
Rumus : isim + isim
الكتاب في المحفظة (alkitabu fil mihfadhoti) = buku itu di dalam tas
الكتاب = isim pertama, disebut dengan mubtada’
في المحفظة = isim kedua, disebut dengan khobar
الحديقة جميلة
(alkhadiqotu jamilatun) = taman itu indah
الحديقة = isim pertama,
disebut dengan mubtada’
جميلة = isim kedua, disebut
dengan khobar
2. Jumlah fi'liyah
Rumus
: fiil (kata kerja) + fail (pelaku)
يفتح أحمد الباب(yaftahu
Ahmad Albaba) = Ahmad membuka pintu
يفتح = fiil (kata kerja),
jenisnya fiil muta’addi (fiil yang membutuhkan objek/keterangan tambahan)
أحمد = fail (pelaku)
الباب= keterangan tambahan
/ objek / maful bih
تجلس فاطيمة
(tajlisu Fathimah) = Fathimah sedang duduk
تجلس = fiil (kata kerja),
jenisnya fiil lazim (fiil yang tidak membutuhkan objek/keterangan tambahan)
فاطيمة = fail (pelaku)
Catatan :
Fiil / kata kerja dibedakan menjadi dua jenis, yaitu fiil
lazim dan fiil muta'addi.
a. Fiil lazim (yang tidak membutuhkan objek), beberapa ciri-cirinya :
-
Menunjukkan arti sifat, contoh :
berani, takut, baik, dll
-
Menunjukkan arti ukuran, contoh :
panjang, pendek
-
Menunjukkan arti warna,
contoh : memerah, menghitam, memutih, dll
b. Fiil Muta’addi (yang membutuhkan objek), beberapa
ciri-cirinya :
-
Bisa disambung dengan ه dhomir (kata ganti) yang merujuk ke objek.



